Menempati rumah baru merupakan hal yang menyenangkan, namun untuk terkadang kita harus sedikit merenovasinya agar layak untuk ditinggali. Lalu anggaran apa saja yang perlu kita siapkan untuk melakukan renovasi rumah? Bagaimana kita harus mengatur anggaran renovasi rumah sementara masih mengangsur cicilan bulanan.

Agar layak ditinggali, Anda hanya perlu merenovasi hal-hal penting, jadi tidak perlu mengubah struktur rumah. Berikut pos-pos biaya renovasi rumah:

1. Memperdalam sumur air dan melebarkan septic tank
Air merupakan hal paling penting dalam kehidupan rumah tangga. Untuk perumahan yang belum mendapatkan layanan Perusahaan Air Minum Jaya, memperdalam sumur wajib dilakukan. Pelebaran septic tank biasa dilakukan sesuai dengan jumlah anggota keluarga yang tinggal di rumah. Ukuran septic tank standar dari pengembang biasanya masih berkisar 1 meter dengan kedalaman 1,2 meter. Untuk rumah berpenghuni empat orang, ukuran lebar septic tank sebaiknya diganti menjadi 2 meter. Untuk memperdalam sumur dan memperlebar septic tank bisa menghabiskan biaya Rp 3-3,5 juta

2. Mengganti daun pintu dan engsel
Demi keamanan, periksa kembali kondisi daun pintu dan engsel rumah yang Anda beli. Jika tak sesuai, ada baiknya segera mengganti daun pintu dan engsel.

3. Renovasi dapur
Biasanya dapur yang ada di perumahan dengan harga murah dibiarkan terbuka. Nah jika Anda sudah memiliki anak, demi alasan keamanan Anda harus merogoh kocek untuk menutup dapur. Biaya yang dikeluarkan untuk hal ini sekitar Rp. 10-Rp.12 juta.

4. Pengecatan ulang
Jika Anda ingin rumah yang berwarna-warni sesuai dengan selera, tentu pengecatan ulang menjadi prioritas. Anggaran yang harus disiapkan sekitar Rp 30 ribu per meter persegi.

5. Biaya penambahan saniter
Untuk biaya penambahan saniter, biayanya sekitar Rp 200 ribu untuk shower dan Rp 3 juta untuk kloset duduk.

6. Biaya Penggantian Keramik
Biaya penggantian lapisan lantai keramik berkisar Rp. 200rb – Rp. 400rb/m2

Sekarang, Anda sudah memiliki sedikit bayangan terkait biaya renovasi rumah. Segera buat rancangan anggaran yang lebih rinci. Lalu tentukan waktu untuk merenovasi rumah. Anda juga sudah dapat sedikit berhemat guna menambah dana untuk biaya renovasi rumah. Habiskan cukup banyak waktu untuk mendapatkan bahan-bahan material dengan harga murah dan kualitas baik. Berburu diskon di toko-toko bahan material juga dapat Anda lakukan demi menghemat, karena biasanya stok bahan material yang tinggal sedikit akan diskon habis-habisan. Nah jika kebutuhan materialnya sesuai dengan kebutuhan renovasi rumah, Anda lebih untung lagi bukan? Jadi lakukanlah pembelian bahan-bahan bangunan sendiri, jangan menyuruh tukang atau kontraktor karena biasanya mereka hanya memberikan bahan dengan mutu yang biasa-biasa saja.

Hitung kembali pengeluaran Anda setelah belanja secara berkala. Ini untuk mengontrol pengeluaran dan sesuai tidaknya bahan yang dibeli. Jika ada bahan yang tidak sesuai dengan yang Anda inginkan, bisa Anda tukarkan kembali dengan bahan yang Anda inginkan di toko bangunan. Terutama jika itu berpengaruh dengan pengeluaran.

Jika biaya renovasi rumah masih menjadi masalah untuk Anda, ada baiknya Anda memberanikan diri untuk mendapatkan pinjaman bank. Pelajari program pinjaman bank dengan baik. Lalu siapkan segala persyaratan yang diminta oleh bank. Pilih yang paling sesuai dengan kemampuan Anda. Jika Anda memilih kredit multiguna di bank, biasanya sih persyaratannya tidak terlalu rumit. Biasanya proses pengajuan kredit akan memakan waktu selama 14 hari kerja.