Take over KPR merupakan pemindahan pinjaman pembiayaan rumah yang sudah berjalan dari satu bank dan berpindah ke bank lain. Hal ini sering disebutkan sebagai pengalihan. Di dalam take over KPR ini, bunga yang akan Anda pergunakan akan mengikuti bunga yang berada di bank baru. Besar kemungkinan bunga tersebut jauh lebih kecil atau rendah dibandingkan dengan yang sebelumnya. Take over KPR bunga rendah ini sering dijadikan pilihan oleh banyak konsumen.

Ada beberapa keuntungan melakukan take over KPR, seperti:

  1. Bisa mengubah bunga KPR yang sedang Anda jalani dari floating menjadi fixed sehingga Anda akan menghemat biaya untuk jangka panjang,
  2. Akan memperpanjang waktu cicilan Anda, sehingga cicilan per bulan akan menjadi semakin murah,
  3. Bisa mengubah jenis KPR yang sedang Anda jalani, yang sebelumnya adalah KPR konvensional menjadi KPR syariah, atau pun sebaliknya sesuai dengan kebutuhan Anda sekarang,
  4. Memperoleh dana tambahan dengan cara pengambilan pinjaman dalam jumlah yang cukup besar.

Untuk melakukan take over KPR bunga rendah ini, ada beberapa tahapan yang harus Anda lalui, seperti:

  • Sebelum melakukan take over KPR ini, seringnya bank akan melakukan analisa serta melakukan perhitungan kembali dari jaminan sehingga untuk keperluan tersebut, Anda harus mempersiapkan seluruh dokumen, bukti dan identitas atas penghasilan Anda,

Baca Juga: Biaya Renovasi Rumah yang Perlu Anda Ketahui

  • Meskipun take over KPR ini memiliki proses yang hampir sama dengan pinjaman yang baru, tetapi prosesnya akan lebih cepat, disebabkan bank sebelumnya, Anda telah memiliki track record pembayaran cicilan, karena bank akan mengandalkan historis data pembayaran untuk penilaian permohonan take over,
  • Sebelum memutuskan melakukan over kredit ini, lebih baik Anda memutuskan seperti apa performa yang Anda miliki selama ini, apabila Anda sering melakukan keterlambatan bahkan lebih dari 60 hari, lebih baik Anda memikirkan ulang pengajuan pemindahan pinjaman Anda, biasanya bank akan memberi penolakan atas kinerja pembayaran Anda,
  • Bukan hanya itu, karena proses penilaian ulang jaminan yang Anda beri, dalam hal ini bank juga kurang mengetahui berapa besaran nilai pinjaman sekarang, namun akan dilakukan pengecekan kembali dokumen, lebih-lebih dokumen yang berkaitan dengan keabsahan ijin,
  • Biaya dari over kredit ini, karena Anda mau tidak mau harus melunasi keseluruhan pinjaman dari tenor yang disepakati, bank akan memberikan denda.

Bila Anda memiliki kredit yang berjalan dalam hitungan tahun, sisa pinjaman Anda terhitung masih cukup besar, sehingga jika Anda melakukan over kredit ini, denda yang perlu dibayarkan akan menjadi begitu besar, karena biasanya pada awal masa kredit, pembayaran cicilan yang lebih besar digunakan untuk pembayaran bunga. Selain itu Anda harus mempersiapkan biaya pengurusan take over seperti biaya appraisal, notaris dan surat lainnya.

Dalam take over KPR terdapat 2 macam bunga yang harus Anda ketahui. Pertama, bunga tetap. Dalam KPR, bunga tetap adalah penentuan tingkat bunga untuk besaran yang tetap dalam waktu tertentu, contohnya terdapat bank yang menawarkan program bunga tetap 7,5% dalam waktu 2 tahun, ini berarti debitur akan mencicipi bunga sebesar 7,5% selama 2 tahun lamanya.

Ada pula bunga mengambang. Untuk bunga ini, mengacu pada bunga pasar. Dengan demikian tingkat bunga akan menjadi fluktuatif, jika kondisi pasar sedang bagus. Bunga yang dikenakan akan rendah, bahkan bisa mencapai di bawah 10%, namun jika kondisi pasar sedang buruk, bunga akan melebihi 15%. Terlepas dari hal tersebut saat akan melakukan take over KPR bunga rendah, kita harus melakukan pertimbangan dengan sebaik mungkin.